AKSI NYATA

PEGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

 

SUSANA EKAWATI, CGP 4 KAB.WAYKANAN

 

A. FACT

1. Latar Belakang

Konsep Tri Pusat Pendidikan yang dikemukakan oleh bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara menempatkan aspek lingkungan sebagai tempat untuk berkontribusi dalam pendidikan bagi anak. Dimana aspek lingkungan ini dibagi menjadi tiga yakni lingkungan keluarga, lingkungan perguruan/sekolah dan lingkungan masyarakat. Konsep ini memiliki peranan penting dalam keberhasilan pendidikan dan saling terkait satu dengan lainnya. Ketiganya menunjang sukses dan tidaknya proses pembelajaran bagi anak.

SMPN 5 Bl.umpu adalah salah satu SMP di Kecamatan Bl.Umpu Kab.Waykanan dan letaknya sangat strategis, lahan yang cukup luas, udara sejuk , dekat kantor pemerintahan kAbupaten dan kecamatan, sehingga membuat SMPN 5 Bl.umpu menjadi salah satu sekolah pilihan masyarakat sekitar untuk anak anaknya. Setiap sekolah memiliki aset dan potensi yang bisa dikelola dan dikembangkan untuk mewujudkan keberhasilan tujuan pembelajaran yang berpihak pada murid. Sebagai salah satu guru mata pelajaran berusaha semaksimal mungkin dalam memberi pembelajaran dimasa Pandemic Covid-19, kegiatan belajar dan mengejar hampir mengalami perubahan yang sangat dratis dan sangat berbeda. Untuk itu dalam membuat aksi nyata  perencanaan program yang berdampak pada murid mengikuti tahapan alur BAGJA mengambil pengembangan kepedulian sekolah terhadap sesama dan lingkungan.

Tujuan Program adalah untuk mengembangkan kepedulian siswa terhadap sesama dan lingkungan, jiwa gotong royong serta potensi murid melalui kegiatan infaq/sedekah jumat, jumat bersih dan membuat kerajinan dari sampah yang berbasis lingkungan. Dari program ini diharapkan mampu untuk menumbuhkan rasa empati, percaya diri, kreatif, mandiri, kekeluargaan dan kolaborasi. SMPN 5 Bl.umpu berada di lokasi yang sangat strategis, dekat dengan pasar, perkantoran. Dimana mata pencaharian orang tua disekitar sekolah adalah sebagai petani dan pedagang. Untuk membekali murid dengan pengetahuan yang berkaitan dengan lingkungan juga menguatkan rasa kepedulian terhadap sesama, maka diperlukan adanya suatu program yang melibatkan kepedulian, kreativitas dan potensi anak secara sederhana dan mudah dilakukan yaitu melalui kegiatan infaq, membersihkan sampah dan pemanfaatan bahan bekas menjadi barang bernilai. Untuk mengurangi sampah yang ada maka murid diminta untuk menjaga dan melindungi lingkungan sekitar dengan cara peduli terhadap lingkungan sehingga harapannya dalam program ini selain murid dapat membuat produk , juga akan menumbuhkan rasa cinta dan sayang dengan lingkungan sekitarnya. Selain mengajarkan ketrampilan juga mengajarkan siswa berwirausaha. Hal ini sesuai dengan visi dan misi sekolah  yaitu berakhlak mulia, berprestasi dan cinta lingkungan.

Dengan aksi nyata tersebut, diharapkan dapat memaksimalkan aset sumber daya sekolah untuk pengelolan program yang berdampak pada murid sehingga lingkungan sekitar dapat dikelola, dijaga dan peserta didik mempunyai kreatifitas untuk mengelola sampah dan memanfaatkan lingkungan sehingga tujuan menumbuhkan karakter peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kolaboratif, inovati, dan peduli lingkungan dapat tercapai.

 

2. Kegiatan Aksi Nyata

Peran lingkungan yang ada di sekitar SMPN 5 Bl.Umpu sangatlah besar. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis mencoba membuat sebuah program pembelajaran yang berbasis kepedulian sesama dan lingkungan dengan topik Jumat Peduli (JULI). Dalam kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap mandiri, kolaboratif dan peduli terhadap lingkungan sebagai sumber belajar dalam diri murid, melatih jiwa kepemimpinan dan kepedulian sesama murid serta bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar serta meningkatkan peran serta orang tua dan masyarakat sekitar sekolah dengan lingkungan sekitar menjadi sumber belajar.

Program Jumat Peduli (JULI)dilakukan dengan alur BAGJA seperti berikut:

a. Buat Pertanyaan

Guru menanyakan kepada siswa Bagaimana cara mengembangkan kepedulian dan potensi murid melalui kerajinan  berbasis peduli lingkungan

b. Ambil Pelajaran

v  murid dapat berbagi dan bergotong royong utuk lingkungan dan membantu sesama yang membutuhkan

v Murid dapat mengembangkan potensinya ketika berada di rumah atau di sekolah

v  Murid memiliki pengetahuan dan dapat menerapkannya di lingkungan tempat tinggalnya.

v  Murid dapat membuat atau mengembangkan

v  Mengidentifikasi lingkungan sekitar siswa yang dapat meningkatkan kompetensi siswa.

c. Gali Mimpi

v  siswa dan masyarakat sekitar sekolah dapat terbantu dengan wujud rasa kepedulian siswa

v  Murid mampu untuk berkreativitas dan berkolaborasi dengan teman lainnya

v  Murid menyukai pembelajaran IPA dan mapel lainnya yang terintegrasi dengan materi ini

v  Murid berkolaborasi dengan orang tua dirumah

v  Orang tua dapat melihat kegiatan positif yang dilakukan oleh anaknya

v  Murid dapat menerapkan ilmu wirausaha

v  Kepala sekolah memberikan motivasi terhadap kegiatan guru yang berdampak pada murid

d. Jabarkan Rencana

v  Program ini akan berjalan dengan baik dan lancar dengan adanya kerjasama semua warga sekolah

v  Kepala sekolah sebagai motivator dan pendukung dari kegiatan yang bermanfaat yang melibatkan warga sekolah

v  Monitor dan evaluasi dilakukan oleh murid, guru, wali kelas dan oramg tua

        e. Atur Eksekusi

v  Kepala sekolah sebagai penanggung jawab

v  Guru mapel, murid, wali kelas, dan orang tua saling berkoordinasi dan bekerja sama

v  Melakukan monitoring dan evaluasi

 

     3. Hasil Aksi Nyata

Program Jumat Peduli (JULI)dilakukan dalam rentang waktu 1 Semester dan tiap bulannya diamati progres programnya. Kegiatan diawali dengan koordinasi dan penyampaian program kepada Kepala Sekolah dan rekan guru. Kegiatan selanjutnya mengundang wali siswa sebagai bentuk sosialisasi kegiatan yang dilanjutkan pemetaan kelompok siswa serta penyampaian program.

Kegiatan Jumat Peduli (JULI) yang mana memusatkan pembelajaran peduli terhadap sesama dan  menjaga lingkungan disekitar kita dengan cara berinfaq/sedekah membAntu sesama teman yang membutuhkan serta memanfaatkan sampah bahan bekas menjadi produk yang bernilai. selain lingkungan menjadi bersih,siswa juga memiliki ketrampilan mengolah bahan bekas sampah dan mengajarkan siswa untuk berwirausaha

 

B. Feeling (Perasaan)

Perasaan saya Ketika melakukan aksi nyata Program yang berdampak pada siswa dengan topik Jumat Peduli (JULI)penulis merasa tertantang dan ada pula rasa khawatir program tidak berjalan sesuai apa yang direncanakan. Lingkungan di sekitar sekolah dan siswa sangatlah menopang proses pembelajaran nyata yang natinya dapat membangun fondasi Pendidikan anak. Karena program ini membutuhkan banyak pihak yang terkait untuk mensukseskan jalannya program.

Program yang dijalankan kurang lebih selama 4 minggu ini ternyata setelah dilaksanakan mendapat hasil yang memuaskan karena pada awal ada rasa was-was dan khawatir namun pada prosesnya semua pihak dapat mendukung program yang direncanakan. kegiatan Gotong Royong untuk membersihkan kelas, dan perkarangan sekolah setiap seminggu sekali, Peserta didik sangatlah senang, dan antusias. Disini mereka bisa lebih dekat dengan saya, berkolaborasi dan bekerja sama dengan teman satu dengan yang lainya. Saya juga tidak hanya sekedar menyuruh tetapi ikut terjun bekerja sama dengan peserta didik. Kegiatan ini sudah menjadi kegiatan mingguan dan sudah menjadi budaya positif disekolah.

             Dalam kegiatan ini, sebulan sekali saya meminta hasil kreativitas peserta didik dalam mengolah sampah dan hasil karangan tentang tema Gotong Royong. Kreativitas yang dibuat peserta didik tidak saya patokan, mereka bebas berinovasi dalam membuat barang bekas seperti bunga, celengan, tas dan sebagainya.

 

C. Findings (Pembelajaran)

Pembelajaran yang saya dapat dari program ini yaitu saya semakin sadar bahwa lingkungan berperan penting dalam proses pembelajaran siswa baik secara langsung maupun tidak langsung, kemampuan saya berkoordinasi dengan Kepala sekolah rekan guru dan stake holder terkait mulai meningkat sehingga ada rasa percaya diri untuk mengaktualisasi apa yang menjadi program bagi murid. Setiap program yang dilaksanakan menggunakan alur BAGJA dan melaksankan MELR (Monitoring, Evaluasi, Learning dan Reporting) Serta menerapkan Manajemen Resiko dalam setiap program yang dilaksanakan. Pembelajaran yang dapat diambil dari Aksi Nyata ini, saya dapat memanfaatkan aset sekolah dalam pengelolaan yang berdampak pada murid dengan tingkat resiko yang kecil. Peduli sesama dan lingkungan dengan kegiatan jumat peduli membuat peserta didik bisa mengerti arti empati,mm berbagi, kerja sama, kolaborasi, inovatif dan arti pentingnya manfaat lingkungan besersih dan nyaman. Kedekatan peserta didik dengan teman dan guru terjalin semakin baik dan bisa saling berempati dan saling tolong menolong

 

D. Future (Penerapan ke depan)

Beberapa rencana kegiatan yang akan diterapkan kedepan agar program yang dilaksanakan dapat diterapkan di kegiatan yang lain ataupun sebagai tambahan pengalaman bagi penulis yakni :

1.        Kegiatan ini akan berjalan berkelanjutan dengan menerapkan Monitoring dan Evaluasi yang beriringan karena lingkungan sangatlah mendukung proses pembelajaran siswa.

2.        Koordinator kegiatan harus dibuat per kelas siswa agar kegiatan berjalan dengan optimal

3.        Membutuhkan tambahan guru\tenaga ahli yang terampil dalam mengolah limbah sampah plastik menjadi bahAn bernilai

Untuk perbaikan kedepanya dalam membuat pengelolaan program sekolah yang berdampak pada murid, perlu rancangan dan  jadwal yang terstruktur

 

 





 



 




 


 

Comments

Popular posts from this blog